Di tengah perbedaan pandangan yang berkembang, Ely menekankan pentingnya menjaga hubungan antarkader. Menurutnya, perbedaan pilihan dan pendapat merupakan bagian dari dinamika organisasi yang tidak semestinya memutus kebersamaan.
Ia memastikan pintu rekonsiliasi tetap terbuka bagi kader yang ingin kembali bekerja bersama membangun Golkar Kota Ambon. Bahkan, ia menyatakan siap mengakomodasi kader yang ingin berkontribusi dalam penyusunan kepengurusan mendatang.
“Kepada rekan-rekan yang berbeda pandangan, kalian tetap kader Golkar. Jika masih ingin berjalan bersama, pintu saya terbuka lebar. Saat menyusun kepengurusan ke depan, semua yang ingin berkontribusi akan kami akomodasi,” ungkapnya.
Bagi Ely, kepemimpinan partai menuntut kemampuan merangkul seluruh elemen, termasuk kader yang memiliki pilihan berbeda. Ia mengibaratkan seorang ketua sebagai nakhoda yang bertanggung jawab menjaga seluruh pihak agar tetap bergerak menuju tujuan bersama.
Namun, di balik ajakan untuk memperkuat persatuan, Ely menegaskan tidak akan menghindari langkah hukum apabila gugatan terhadap hasil musda benar-benar ditempuh. Ia menyatakan siap menghadapi proses tersebut melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami siap 100 persen. Rekan-rekan kader Golkar sudah terbiasa melalui dinamika seperti ini,” tandasnya.










