Ia mencontohkan kebutuhan sekitar 24 operator alat berat di MBD beberapa waktu lalu. Dari jumlah itu, 14 calon tenaga kerja dikirim melalui koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Maluku. Namun, mereka belum memenuhi kualifikasi dan sertifikasi yang dipersyaratkan.
“Kesempatan kerja harus dibuka, tetapi masyarakat juga harus dipersiapkan agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan,” tegasnya.
Yan menekankan, pemerintah tidak cukup hanya mengawal porsi tenaga kerja lokal. Pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi harus disiapkan sejak awal agar masyarakat Maluku benar-benar mampu mengambil peluang kerja dari proyek Blok Masela. **










