Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido, menyampaikan bahwa perpustakaan memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus mengembangkan wawasan dan pengetahuan. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Perpustakaan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga binaan sebagai tempat untuk belajar dan menambah pengetahuan. Kami terus mendorong agar kegiatan membaca menjadi kebiasaan positif, sehingga waktu yang dimiliki selama menjalani masa pembinaan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Rido.
Selain menjadi sarana memperoleh informasi, perpustakaan juga berperan dalam mendukung pembinaan kepribadian. Berbagai bahan bacaan, mulai dari pengetahuan umum, pendidikan, keterampilan hingga nilai-nilai kehidupan, diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Manfaat keberadaan perpustakaan juga dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah satunya, Beni, mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut memberikan kesempatan untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus memperoleh pengetahuan baru.










