“Kabut asap Karhutla bukan sekadar gangguan jarak pandang, tapi ancaman nyata bagi paru-paru. Edukasi perlindungan dini seperti penggunaan masker N95, mengurangi aktivitas luar ruangan saat ISPU tinggi, dan menjaga kebersihan udara dalam ruangan menjadi kunci utama,” ujar dr. Reza di hadapan peserta diskusi.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap, khususnya ketika kualitas udara memburuk.
IMM Dorong Edukasi Kesehatan Berbasis Medis
Ketua PC IMM Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dr. Reza sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan dokter spesialis paru penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai bahaya kabut asap karhutla.
“Kami sengaja menghadirkan ahli paru langsung dari RS J. Leimena agar sosialisasi ini berbasis ilmu kedokteran, bukan asumsi. Ini komitmen IMM untuk menjaga kesehatan warga,” tegas Basyir.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak kabut asap sekaligus mendorong penerapan langkah-langkah perlindungan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.










