Kedua, terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Para lulusan diharapkan tidak berhenti mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan formal, melainkan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi perubahan dan persaingan global.
Ketiga, menjaga integritas dan karakter. Keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian akademis maupun profesional, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, etika, serta kemampuan menjaga nilai-nilai kearifan lokal Maluku, seperti Pela Gandong dan semangat Orang Basudara.
“Masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tetapi terutama oleh kualitas manusia yang mampu mengelola pengetahuan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan perubahan,” demikian pesan Gubernur Maluku yang disampaikan melalui Sekda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Muhammad Jusuf Kalla, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Rektor Universitas Pattimura, para dekan, dosen, sivitas akademika, serta orang tua dan keluarga para wisudawan.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap, momentum wisuda ini menjadi titik awal lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya unggul dalam kompetensi dan keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap daerah, keberanian berinovasi, serta komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.**










