Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Maluku menilai bahwa daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, hingga kebudayaan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan inovatif agar dapat dikelola secara optimal serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dalam konteks tersebut, Universitas Pattimura memiliki posisi strategis sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang relevan dengan karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan.
Pengembangan riset dan inovasi di bidang ekonomi biru (blue economy), ketahanan pangan, energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Pertama, menjadikan gelar akademik sebagai solusi dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Gelar yang diperoleh hendaknya tidak sekadar menjadi identitas di belakang nama, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi, karya, dan pemikiran yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.










