Ia menegaskan, setiap gagasan maupun perubahan kebijakan yang disampaikan kepada pemerintah harus memiliki dasar yang jelas. Pemahaman terhadap akar persoalan menjadi penting agar setiap keputusan yang diambil benar-benar memiliki arah dan tujuan yang terukur.
Menurutnya, masukan dari kalangan akademik dapat membantu pemerintah melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan langkah kebijakan.
Karena itu, Bodewin mendorong agar hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak sebatas berlangsung dalam forum-forum formal, tetapi dikembangkan menjadi kerja sama yang berkelanjutan.
Di tengah dorongan kolaborasi tersebut, Bodewin juga mengingatkan aparatur pemerintah agar tidak kehilangan orientasi utama dalam menjalankan tugas. Setiap program dan kebijakan, kata dia, harus tetap bermuara pada peningkatan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau pelaksanaan tugas dilakukan dengan baik, kita harus ingat tujuan kita di sini. Jangan sampai tugas yang kita lakukan justru meninggalkan tujuan utama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Bodewin berharap FGD tersebut tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan. Berbagai pemikiran yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah dalam memahami persoalan dan merumuskan langkah yang lebih tepat.










