Arikamedia.id, AMBON — DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku mendorong perempuan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif, dunia usaha, pengembangan kapasitas serta pengambilan keputusan.
Hal itu disampaikan Ketua DPD PIM Maluku, Rimaniar Julindra dan jajaran pengurus, saat audiensi bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di ruang kerjanya, Senin (28/9/26).
Rimaniar mengatakan, keberadaan PIM di Maluku diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha maupun kelompok perempuan.
“Kami ingin PIM menjadi mitra yang memberikan kontribusi nyata. Apa yang kami temukan di lapangan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, sementara pemerintah juga memiliki kewenangan dan program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan dan Anak PIM Maluku, Ulfa Tuahuns, menegaskan fokus PIM adalah advokasi agar negara hadir menjawab kebutuhan masyarakat terkait persoalan perempuan dan anak.
Menurut Ulfa, persoalan utama bukan sekadar menjalankan program organisasi, tetapi memastikan pemerintah memiliki kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan korban di lapangan.















