Arikamedia.id, JAKARTA – Selama hampir 30 tahun, proyek LNG Blok Masela mengalami berbagai tantangan, mulai dari proses eksplorasi, perubahan kebijakan, hingga perdebatan panjang mengenai pembangunan kilang gas di laut (offshore) atau di darat (onshore).
Pemerintah akhirnya memutuskan pembangunan kilang dilakukan di darat di Kepulauan Tanimbar, Maluku, demi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan proyek ini tidak boleh kembali mengalami keterlambatan.
“Rakyat sudah menunggu tiga dekade. Pembangunan harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo.

Didukung Pertamina dan Petronas
Saat ini, operator terbesar Blok Masela masih dipegang oleh Inpex Masela Ltd dengan kepemilikan 65 persen, melansir BALIEXPRESS.ID.
Sementara 35 persen saham yang sebelumnya dimiliki Shell kini telah diambil alih oleh:
• PT Pertamina Hulu Energi Masela: 20 persen.
• Petronas: 15 persen.
CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda mengatakan proyek Abadi Energy akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Harapan Baru bagi Maluku dan Indonesia










