MOROTAI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat implementasi seaBLUE Project (Strengthening Livelihood of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy) di Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara.
“Para penyuluh kelautan dan perikanan di Morotai akan terus mendampingi implementasi proyek ini, sekaligus mengawal berbagai program prioritas KKP di wilayah setempat agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Pusluh KP) Yayan Hikmayani Yayan dalam siaran resmi di Jakarta, baru-baru ini.
Yayan menyampaikan bahwa sinergi dalam seaBLUE Project telah menghasilkan tiga output utama. Output pertama mencakup registrasi Kartu Pelaku Usaha dan Pelaku Pendukung Sektor Kelautan dan Perikanan (Kusuka) bagi 1.126 pelaku usaha.
Mengutip siaran pers Humas BPPSDM KP, dijelaskan, proyek kerja sama antara KKP dan United Nations Development Programme (UNDP) yang didukung Pemerintah Jepang ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.
Selain itu menurutnya, pelatihan masyarakat telah diberikan kepada 300 peserta, terdiri atas Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) dan Sertifikasi Keterampilan Penanganan Ikan (SKPI) bagi 240 nelayan, serta pelatihan diversifikasi olahan bagi 60 orang.














