“Semua ini kami lakukan agar anak-anak muda punya ruang untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka. Masa depan olahraga Ambon ada di tangan generasi muda hari ini,” ungkapnya
Dalam kesempatan itu, Wattimena juga memberi peringatan keras kepada pemain maupun perangkat pertandingan agar menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
Ia menilai tindakan kekerasan di lapangan hanya akan merusak masa depan atlet itu sendiri.
“Kalau bermain bola masih suka pukul orang atau kejar wasit, itu bukan atlet sejati. Tunjukkan kualitas dengan permainan, bukan emosi,” katanya.
Tak hanya kepada pemain, para wasit juga diingatkan untuk memimpin pertandingan secara adil dan profesional tanpa dipengaruhi hubungan kedekatan dengan tim tertentu.
Ketua Panitia Soekarno Cup U-17, Aris Soulisa, menjelaskan turnamen ini digelar sebagai wadah pembinaan sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antargenerasi muda di Kota Ambon.
Baginya pemilihan nama Soekarno Cup bukan tanpa alasan. Semangat persatuan dan gotong royong yang diwariskan Bung Karno ingin dihidupkan kembali melalui kompetisi olahraga tersebut.
“Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi bagaimana membangun kebersamaan dan karakter anak-anak muda lewat sepak bola,” ujarnya.










