Arikamedia.id, AMBON — Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar diwarnai penolakan dari lima Pengurus Kecamatan (PK).
Di tengah berlangsungnya musyawarah, para pengurus menyuarakan keberatan atas penunjukan pelaksana tugas (Plt) di tingkat kecamatan sekaligus mempertanyakan dasar pelaksanaan Musda yang kembali digelar.
Ketua PK Baguala, Yoseph Ruban, secara tegas mempersoalkan keabsahan Musda tersebut. Ia menilai pelaksanaan musyawarah kali ini perlu dipertanyakan karena Musda X yang digelar sebelumnya di Manise Hotel pada 30 April 2026 disebut masih berstatus skors.
Baginya persoalan ini bukan hanya menyangkut pergantian kepengurusan, tetapi juga kepastian mengenai proses organisasi yang harus dijalankan sesuai aturan partai.
Ia mempertanyakan alasan Musda kembali dilaksanakan ketika status musyawarah sebelumnya, menurut keterangannya, belum dicabut.
“Jadi bagaimana bisa dilakukan kembali Musda Golkar X hari ini di Swiss-Bel Hotel? Jika seperti ini, Musda Golkar yang berlangsung saat ini tidak sah,” tegasnya di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu,(10/10/26).
Selain mempersoalkan pelaksanaan Musda, lima PK juga menyampaikan keberatan terhadap keputusan Plt Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Ely Toisutta, yang menunjuk Plt pengurus kecamatan.










