”Output kedua meliputi implementasi teknologi ramah lingkungan berupa freezer atau kotak pendingin berbasis panel surya di 19 titik pada 17 desa, electric boat engine atau perahu listrik berbasis panel surya di Galo-Galo, serta pelatihan bagi teknisi dan operator untuk mendukung pemanfaatan teknologi tersebut,” ujarnya.
Kata Yayan, sementara itu, output ketiga berupa penguatan tata kelola usaha melalui registrasi kapal untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi 230 kapal, pemasangan Automatic Identification System (AIS) bagi nelayan yang telah memiliki NIB, serta pelatihan bagi 60 aparatur sipil negara (ASN) daerah.
Selain seaBLUE Project KKP juga telah memberikan perhatian besar bagi Morotai melalui pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan serta pengembangan SDM, seperti Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar seluruh program tersebut didampingi secara intensif oleh para penyuluh kelautan dan perikanan.
Ketua KDMP setempat menyampaikan apresiasi atas dukungan KKP serta mengusulkan pembangunan ruang pengolahan tuna menjadi tuna loin dengan memanfaatkan fasilitas cold storage yang telah tersedia. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual tuna dalam bentuk utuh, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi ekspor.














