“Bagi saya pendidikan bukan selembar kertas, tapi bagaimana kita menjalani proses dan memperoleh ilmu,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar jangan menjadi penonton di tanah sendiri. Pesan itu ia tekankan saat menyinggung masa depan Maluku.
Menurutnya, Maluku dengan hamparan laut yang luas menyimpan potensi raksasa, mulai dari sektor perikanan dan kelautan, pertanian, pariwisata, hingga energi dan mineral yang belum tergarap
“Jangan sampai kekayaan Maluku dikelola orang luar, sementara anak-anak Maluku hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya
Wattimena menyoroti Proyek Blok Masela yang telah dinanti 28 tahun masyarakat Maluku, khususnya di Kepulauan Tanimbar. Dengan nilai investasi fantastis 20,9 miliar dolar AS atau ratusan triliun rupiah, proyek tersebut harus menjadi peluang bagi anak daerah.
Menutup sesinya,Wattimena memberikan tiga pesan bagi para mahasiswa
Pertama, milikilah mimpi besar. Jangan batasi masa depan karena keadaan hari ini.
Kedua, jangan lupakan dari mana kita berasal. Apa yang kita raih hari ini adalah pengorbanan dan doa orang tua.
Ketiga, jangan hanya menjadi orang sukses, tetapi jadilah orang yang bermakna.
“Percuma kita sukses kalau kehadiran kita tidak bermanfaat bagi orang lain. Bermakna itu artinya mampu memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, Maluku, dan Indonesia,”tutupnya. (AM-18)










