Arikamedia.id, SAPARUA – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus terus hidup dalam karakter dan tindakan generasi muda Maluku di tengah tantangan zaman yang semakin maju.
Penegasan tersebut disampaikan Hendrik saat memimpin Upacara Peringatan 209 Tahun Perjuangan Kapitan Pattimura di Lapangan Pattimura, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat,(15/05/26).
Dalam sambutannya, Lewerissa mengajak masyarakat kembali mengenang perjuangan rakyat Maluku pada 15 Mei 1817 saat melawan penjajahan kolonial di Benteng Duurstede, Saparua.
Menurutnya, sosok Thomas Matulessy bukan hanya dikenal sebagai pejuang perang, tetapi juga simbol keberanian, harga diri, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

“Kapitan Pattimura mengajarkan bahwa perjuangan bukan hanya soal keberanian mengangkat senjata, tetapi juga keberanian mempertahankan martabat dan persatuan rakyat,” ujarnya
Ia menegaskan bahwa peringatan perjuangan Pattimura tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata.
Semangat perjuangan itu, kata dia, harus diwariskan kepada generasi muda sebagai kekuatan untuk membangun Maluku yang lebih maju.
Dikatakan bahwa tantangan generasi saat ini berbeda dengan masa perjuangan melawan kolonialisme.










