Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaEkonomiInternasionalUtama

Euro Tetap Menjadi Mata Uang Cadangan Terbesar Kedua Di Dunia

2
×

Euro Tetap Menjadi Mata Uang Cadangan Terbesar Kedua Di Dunia

Sebarkan artikel ini
Euro bank note currency finance background

BANK SENTRAL AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam kajian The International Role of the U.S. Dollar – 2025 Edition mencatat dolar masih mencakup sekitar 58% dari cadangan devisa resmi global pada 2024, jauh di atas euro, yen, pound sterling, dan yuan.

Namun The Fed juga menggarisbawahi bahwa penurunan pangsa dolar dari puncaknya bukan terutama berpindah ke satu rival utama, melainkan karena pengelola cadangan global menambah eksposur ke berbagai mata uang yang lebih kecil, seperti disiarkan CNBC Indonesia.

Di sisi lain, euro tetap menjadi mata uang cadangan terbesar kedua di dunia. Pangsa euro pada kuartal IV-2025 berada di 20,25%, sedikit turun dari 20,36% pada kuartal III-2025.

Sementara itu, pangsa yuan China naik tipis ke 1,95% pada kuartal IV-2025 dari 1,92% pada kuartal sebelumnya, tetapi secara umum masih jauh dari level yang dulu sempat diharapkan bisa menjadi pesaing utama dolar.

Meski peran yuan dalam cadangan devisa global masih relatif kecil, mata uang China itu mulai semakin sering masuk dalam pembahasan pasar internasional, terutama karena potensinya dalam perdagangan lintas negara, transaksi energi, hingga munculnya istilah “petroyuan”.

Perhatian terhadap yuan kembali menguat di tengah perang yang masih mengguncang Timur Tengah dan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Sejumlah laporan pasar menyoroti bahwa jika akses perdagangan energi di kawasan itu makin dikaitkan dengan penggunaan mata uang selain dolar AS, maka dominasi dolar dalam transaksi minyak berpotensi menghadapi tekanan baru. Meski begitu, proses ini masih sangat dini dan belum bisa disebut sebagai perubahan permanen dalam sistem perdagangan global.

Mata Uang Non-Tradisional Kian Besar

Mata uang non-tradisional juga semakin besar perannya dalam cadangan devisa dunia. Bagian ini justru menjadi salah satu data paling menarik dari rilis terbaru IMF.

Pada kuartal IV-2025, porsi kelompok mata uang lain di luar yang dicatat secara terpisah dalam data COFER naik menjadi 6,13%, dari 5,61% pada kuartal III-2025.

IMF mencatat, porsi kelompok mata uang ini sudah terus meningkat sejak 2021 dan kini bahkan telah lebih dari dua kali lipat. Ini menunjukkan bahwa bank sentral global kini tidak hanya menambah cadangan dalam euro atau yuan, tetapi juga mulai menyebar kepemilikan devisanya ke lebih banyak mata uang lain yang sebelumnya tidak terlalu dominan dalam sistem keuangan dunia. ***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner
Link Banner