Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaEkonomiInternasionalUtama

IMF Bongkar Fakta Mengejutkan, Dunia Mulai “Menghukum” Amerika

3
×

IMF Bongkar Fakta Mengejutkan, Dunia Mulai “Menghukum” Amerika

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi dolar amerika dan yuan china. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Pangsa dolar AS sebagai cadangan devisa dunia kembali menyusut pada kuartal IV-2025, saat yuan dan mata uang lain perlahan memperbesar peran. Data terbaru International Monetary Fund (IMF) dalam laporan Currency Composition of Official Foreign Exchange Reserves (COFER) menunjukkan pangsa cadangan devisa global yang berdenominasi dolar AS turun menjadi 56,77% pada kuartal IV-2025, lebih rendah dibanding 56,93% pada kuartal III-2025, seperti diberitakan CNBC Indonesia.

Jika ditarik sepanjang 2025, arah pergerakannya menunjukkan tren pelemahan peran dolar dalam komposisi cadangan global. Pada kuartal I-2025, porsi dolar masih berada di kisaran 57,79%, lalu turun tajam ke 56,32% pada kuartal II-2025, sebelum bergerak di sekitar 56,9% pada paruh kedua tahun lalu dan menutup tahun di 56,77%.

Dengan level ini, porsi dolar berada di titik terendah sejak pertengahan 1990-an, menandakan dominasi greenback memang masih besar, tetapi terus terkikis secara bertahap.

Cadangan devisaberdenominasi dolar AS send

Ini mencakup berbagai instrumen keuangan yang dipegang bank sentral dunia, mulai dari surat utang pemerintah AS atau US Treasury securities, surat utang lembaga pemerintah AS, sekuritas berbasis hipotek (mortgage-backed securities/MBS), obligasi korporasi AS, hingga aset lain yang berdenominasi dolar.

Dengan kata lain, penurunan pangsa dolar dalam cadangan devisa global tidak identik dengan bank sentral ramai-ramai membuang dolar tunai, melainkan mencerminkan perubahan komposisi portofolio cadangan mereka.

Adapun, secara total cadangan devisa global pada periode yang sama justru naik menjadi US$13,14 triliun dari US$13,03 triliun pada kuartal sebelumnya.

Dolar Tidak Dibuang, Tapi Pangsanya Terus Terkikis

Poin penting dari data IMF adalah penurunan pangsa dolar bukan disebabkan aksi jual besar-besaran terhadap aset berdenominasi dolar.

Justru, kepemilikan aset dolar secara nominal tetap besar dan dalam beberapa periode masih bertambah, tetapi kenaikannya jauh lebih lambat dibanding penambahan aset dalam mata uang lain.

IMF juga menekankan bahwa pada kuartal IV-2025, pengaruh valuasi kurs terhadap perubahan komposisi cadangan relatif kecil, sehingga penurunan porsi dolar lebih mencerminkan arah diversifikasi yang terus berjalan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner
Link Banner