Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaDaerahSeni & BudayaUtama

Lima Keranjang, Satu Ikatan: Perjalanan Adat dari Jerili Menuju Waraka

10
×

Lima Keranjang, Satu Ikatan: Perjalanan Adat dari Jerili Menuju Waraka

Sebarkan artikel ini

Arikamedia.id, MALUKU TENGAH — Dari jejak kampung kecil di Pulau Serua, tradisi leluhur kembali dihidupkan Komunitas asal Teon, Nila, dan Serua (TNS) yang kini bermukim di Pamahanusa, Pulau Seram, membuktikan bahwa adat istiadat tetap terjaga meski ruang dan waktu terus bergerak.

Selasa pagi (24/03/2026), sekitar pukul 07.00 WIT, Keluarga Besar Pormes berkumpul di rumah Ongka sebutan adat bagi kepala desa. 

Dengan balutan baju cele, mereka mempersiapkan sebuah prosesi penting: mengantar harta adat milik Zeth Pormes, yang tersusun rapi dalam lima keranjang berbalut kain merah.

Hantaran tersebut menjadi bagian dari kewajiban adat yang harus dipenuhi Zeth setelah menikahi perempuan dari Negeri Waraka, dari mata rumah Anenjola Anamofa. 

Baca Juga  Wali Kota Ingatkan OPD Disiplin Soal pelaporan Administrasi

Ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan kepada negeri dan leluhur.

Sekitar pukul 07.30 WIT, rombongan bergerak menuju Negeri Waraka Paisine Yamalatu di Kecamatan Elpaputih, menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh kilometer.

Kehadiran Camat Waipia dan Ketua Latupati TNS dalam rombongan turut memperkuat nilai kebersamaan dalam prosesi tersebut.

Setibanya di Waraka, rombongan terlebih dahulu singgah di rumah tua Anenjola Anamofa sebelum melanjutkan perjalanan menuju Baileo Besar Ina Ama Latu Lailossate pusat sakral kehidupan adat negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner
Link Banner