Arikamedia.id, IRAN – Militer Iran memperingatkan bahwa invasi darat Amerika Serikat akan berujung bencana, bahkan menyebut pasukan lawan akan menjadi “makanan lezat bagi hiu-hiu Teluk Persia.” Pernyataan ini disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari.
Zolfaqari menegaskan pihaknya siap merespons tegas jika ancaman dari Presiden AS Donald Trump terwujud. “Trump… telah berulang kali mengancam Iran dengan operasi darat dan pendudukan beberapa pulau di Teluk Persia,” katanya, seraya menyebut ambisi tersebut “tidak lebih dari sekadar khayalan belaka.”
Ia menambahkan, pasukan Iran telah lama menunggu untuk membuktikan bahwa “agresi dan pendudukan tidak akan menghasilkan apa pun selain penahanan yang memalukan, pemotongan anggota tubuh, dan hilangnya para agresor.”
Peringatan ini muncul di tengah laporan bahwa Pentagon menyiapkan operasi darat jika pengeboman gagal. Iran pun memperkuat pertahanan di wilayah strategis, termasuk perbatasan dengan Irak dan sekitar Selat Hormuz. Komandan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) turut memperingatkan bahwa setiap agresi akan dibalas telak.
Zolfaqari juga mengecam Trump sebagai “pembohong terbesar di antara para presiden di dunia” dan menyebut kebijakannya menyeret pasukan AS ke dalam “rawa kematian.” Ia menilai pasukan AS kini rentan setelah meninggalkan pangkalan dan berlindung di pusat sipil, mengutip suara.com.














