Arikamedia.id, AMBON – Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tercatat tahun 2025 berada di angka 4,87 persen., sementara hasil perhitungan, garis kemiskinan di Ambon berada di atas Rp700 ribu per kapita per bulan.
Sedangkan penduduk dengan pengeluaran di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai miskin.
Saat ini, sekitar 4 hingga 4,3 persen masyarakat Ambon masih berada dalam kondisi tersebut.
”Meski demikian, angka itu menunjukkan kemajuan karena telah berada di bawah 5 persen ini merupakan capaian yang cukup menggembirakan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, Jumat (27/03/26).
Gaspersz menjelaskan, kemiskinan tidak selalu berjalan seiring dengan tingkat pengangguran, dalam konsep ketenagakerjaan, seseorang tetap dikategorikan bekerja meskipun hanya membantu usaha keluarga atau bekerja di sektor informal tanpa penghasilan tetap.
Dikatakan, artinya, seseorang bisa saja bekerja, tetapi penghasilannya belum mencukupi sehingga masih tergolong miskin.
Menurutnya, perbedaan konsep ini menyebabkan indikator kemiskinan dan pengangguran tidak selalu bergerak sejalan.
”Selain itu, juga dinamika penduduk di Kota Ambon yang turut memengaruhi kondisi tersebut, sebagai pintu masuk ke wilayah Maluku, tingginya mobilitas penduduk menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan dan ketenagakerjaan,” timpalnya.














