Menurutnya, ketergantungan berlebihan pada gadget berpotensi mengganggu kesehatan, konsentrasi belajar, hingga pembentukan karakter. Karena itu, olahraga seperti taekwondo dinilai mampu membangun disiplin, mental tangguh, serta rasa percaya diri.
“Anak-anak ini adalah aset masa depan Kota Ambon.mereka perlu ruang untuk bertumbuh dalam kegiatan yang membangun.olahraga menjadi salah satu cara agar mereka tidak terjebak dalam hal-hal negatif yang merusak masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kemampuan bela diri yang dimiliki para atlet tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang keliru, melainkan menjadi sarana meraih prestasi dan menjaga diri.
Wattimena menekankan bahwa prestasi tidak datang secara instan,gelar juara, katanya,hanya dapat diraih melalui proses panjang yang diisi dengan latihan konsisten,disiplin waktu, dan pola hidup sehat.
Ia secara terbuka mengingatkan para atlet agar menjauhi kebiasaan buruk yang dapat merusak peluang meraih kemenangan.
Liga Series 2, lanjut Wattimena, bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang ini menjadi batu loncatan penting dalam mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Kota (Porkot) dan selanjutnya Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) 2026.
Atlet-atlet terbaik dari ajang ini nantinya akan diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Ambon di tingkat provinsi bahkan nasional.










