“Bukan hanya di depan pansel, tapi juga di hadapan masyarakat, kami harus mempertanggungjawabkan semua yang kami sampaikan, termasuk saat menjawab pertanyaan dari pansel,” jelas Luhukay.
Lebih lanjut dikatakan bahwa seleksi yang di lakukan di Manise hotel dilakukan secara transparan, dimana publik bisa melihat langsung bagaimana calon pejabat menjawab persoalan, hal ini menjadi langkah baru menuju pemerintahan yang lebih transparan.
Kata dia Keputusan akhir tetap berada di tangan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang memiliki kewenangan memilih sosok Sekkot sebagai mitra utama dalam mengelola tata kelola pemerintahan.
Ia berharap seluruh gagasan yang telah dipaparkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepala daerah dalam menentukan figur yang tepat untuk mendampingi jalannya pemerintahan. (AM-18)










