“Perawatan bibit jagung melalui pemupukan ini menjadi langkah penting untuk memastikan tanaman tumbuh sehat dan produktif. Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan setiap tahapan budidaya,” ujar Kapolsek Saparua.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan instansi pertanian menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan lahan ketahanan pangan.
“Kolaborasi dengan penyuluh pertanian sangat membantu dalam menentukan metode dan komposisi pupuk yang tepat. Dengan perawatan yang terukur, kami optimistis hasil panen akan meningkat,” tambahnya.
Secara teknis, penggunaan pupuk urea dengan kandungan Nitrogen tinggi yang dikombinasikan dengan NPK dinilai efektif untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, memperkuat batang, serta merangsang pembentukan tunas baru. Selain itu, metode ini juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan penggunaan pupuk tunggal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, mencerminkan kesiapan Polsek Saparua dalam mengintegrasikan tugas keamanan dengan peran strategis di sektor pertanian.
Langkah Polsek Saparua menunjukkan pendekatan progresif Polri dalam mendukung sektor pertanian berbasis kolaborasi. Penggunaan metode pemupukan berimbang menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan tidak dijalankan secara simbolik, melainkan berbasis pengetahuan teknis yang terukur.














