BeritaDaerahTNI dan POLRIUtama

Slamet Riyadi Jago Tempur dari Solo Tewas dalam Penumpasan RMS

4
×

Slamet Riyadi Jago Tempur dari Solo Tewas dalam Penumpasan RMS

Sebarkan artikel ini
Slamet Riyadi (Arsip Nasional)

“Harapan ini hampir terwujud tapi hanya karena RMS kehabisan amunisi. Namun kemudian pasukan RMS berhasil merampas amunisi dalam jumlah yang amat besar dalam satu serangan balik ke Hitu,” catat Dieter Bartels dalam Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku: Muslim Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah.

Collectie / ArchiefFotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesië Reportage / Serie
[ onbekend ]
Beschrijving

TNI mengerahkan 17 batalyon infanteri atau sekitar 11 ribu personel. TNI tak hanya mengerahkan pasukan infanteri tapi juga Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Sementara itu, Angkatan Perang RMS hanya berkekuatan 1.500 orang. Selain bekas KNIL, yang di antaranya bekas baret merah atau baret hijau, ada juga sukarelawan dari pemuda dan pelajar.

“Seorang perwira Australia yang ditempatkan di makam pahlawan (war cemetary) di Ambon memperkirakan 4.000–5.000 serdadu TNI tewas, sementara di pihak RMS hanya 100 personel dan 400 sukarelawan yang tewas. Korban terbesar adalah dari penduduk sipil di mana sekitar 5.000–8.000 orang kehilangan nyawa,” tulis Bartels.

Baca Juga  PT Pertamina Jangan Hanya Fokus Distribusi Mitan Rumah Tangga

Kondisi itu memperlihatkan betapa terlatihnya bekas KNIL yang jadi tulang punggung pertempuran RMS. Sementara itu, standar tempur batalyon-batalyon infanteri TNI masih di bawah bekas KNIL.

Kesulitan yang dialami TNI membuat Slamet Rijadi yang berusia 23 tahun menjadi frustrasi. Jago tempur asal Solo itu, dalam kemarahannya yang tak terkendali, berteriak akan membinasakan semua orang Ambon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *