BeritaPendidikanUtama

Sisi Gelap Medsos bagi Anak & Kaum Perempuan: Cyberbullying-Stereotip Gender

48
×

Sisi Gelap Medsos bagi Anak & Kaum Perempuan: Cyberbullying-Stereotip Gender

Sebarkan artikel ini

Salah satu sisi gelap yang tak bisa luput dari media sosial adalah pelanggaran hak privasi dan cyberbullying. Jika mengalaminya terutama pada anak-anak, Ike menyatakan mereka akan merasa takut dan bingung bercerita kepada orang tua mereka yang akhirnya menyebabkan trauma psikologis.

“Bahkan, jika terpapar terhadap pelecehan seksual online dapat menyebabkan trauma pada anak-anak,” ulasnya, dilansir dari DetikEdu.

Data terkait cyberbullying atau tindakan bullying di dunia maya yang ditujukan untuk mengucilkan hingga melukai seseorang juga meningkat. Menurut World Health Organization cyberbullying pada anak perempuan berusia 11-13 tahun. Imbasnya adanya penurunan motivasi dan prestasi di sekolah mereka.

Selaras dengan WHO, The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan media sosial memberikan dampak yang lebih buruk bagi perempuan dibandingkan laki-laki terutama dalam hal cyberbullying.

Baca Juga  Dana Desa Ambon 2026 Menyusut , Tak Ada Lagi Alokasi Rp1 Miliar

Berdasarkan survei yang dilakukan OECD pada negara-negara anggotanya, sekitar 12% anak perempuan berusia 15 tahun melaporkan pernah mengalami cyberbullying dibandingkan dengan 8% anak laki-laki. Mereka juga lebih sering menjadi sasaran cyberbullying dibandingkan anak laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *