Arikamedia.id, JAKARTA – Manfaat ekonomi dan sosial, hasil analisis Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) BPPSDM KP menunjukkan bahwa seaBLUE Project (Strengthening Livelihood of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy) ini memiliki Social Return on Investment (SROI) dengan total investasi sebesar Rp243 juta dan estimasi total manfaat selama lima tahun sebesar Rp759 juta.
Dengan demikian, diperoleh net benefit sebesar Rp515 juta, titik impas (break even point/BEP) dalam dua tahun, serta rasio SROI sebesar 3,1. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp3,1 manfaat sosial dan ekonomi.
Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Pusluh KP) Yayan Hikmayani mengapresiasi capaian positif di lapangan, termasuk keberhasilan para penyuluh dan kisah sukses masyarakat peserta pelatihan. Salah satu contohnya adalah Yenni, ibu rumah tangga peserta pelatihan pengolahan ikan, yang kini telah mampu memproduksi dan memasarkan hasil olahan tuna hingga ke luar Morotai.
”Sebelum mengikuti pelatihan, suaminya yang berprofesi sebagai nelayan kerap membagikan secara gratis kelebihan tuna yang tidak laku dijual kepada masyarakat. Kini, kelebihan tangkapan tersebut dapat langsung diolah menjadi produk bernilai tambah,” kata Yayan beberapa waktu lalu di Jakarta.














