AMBON, arikamedia.id – Intensitas dan volume sampah plastik di laut yang kian mengkhawatirkan di Teluk Ambon diharapkan mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Karena Teluk Ambon adalah aset untuk kepentingan pariwisata bagi kota dan provinsi Maluku.
Dikutip dari Kompas.com, sesuatu yang wajar, pasalnya saban hari masyarakat tanpa rasa bersalah membuang sampah di pantai atau laut, di banyak tempat di kepulauan Maluku. Banyak pihak tentu bertanggung jawab akan kondisi ini.
Selain masih minimnya kesadaran masyarakat, yang menjadi persoalan penting dan mendasar adalah kurang tanggap dan tidak cakapnya pemerintah di daerah. Semua terkesan acuh, apatis dan masa bodoh.
Belum tersedianya fasilitas pembuangan sampah yang memadai, kurangnya penyuluhan atau program serta regulasi yang bisa mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat, adalah realitas yang menunjukan bahwa pemerintah, termasuk organisasi masyarakat sipil masih lalai atau tak hadir dalam menyikapi persoalan lingkungan ini.
Belum banyak yang melihat sampah, utamanya plastik sebagai persoalan besar, atau mau menjadikan isu persampahan sebagai agenda prioritas, meski memiliki dampak luas terhadap ekosistem di laut dan pulau, seperti yang saya tulis di kolom ini dalam artikel “Peringatan Hari Laut Sedunia Bagi Kepulauan Maluku” (9 Juni 2023).