
Pertama, menjaga keamanan dan kedamaian Kota Ambon. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif menjadi kunci masuknya investasi dan berkembangnya usaha, yang pada akhirnya membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Pemerintah memiliki keterbatasan dalam membuka lapangan kerja. Karena itu, jika Ambon aman dan damai, orang akan datang berinvestasi, usaha berkembang, dan kesempatan kerja semakin terbuka,” tegasnya.
Kedua, menjaga kebersihan kota. Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana, memperkuat sumber daya manusia, serta membangun infrastruktur pendukung.
Namun, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat juga sangat menentukan. “Kalau Ambon bersih, kita semua sehat dan kota ini akan semakin dihargai oleh siapa pun yang datang,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi dan tidak main hakim sendiri jika terjadi persoalan di lingkungan.
Wattimena mengajak masyarakat, khususnya RW 19 di Negeri Batu Merah, menjadi pelopor lingkungan yang aman, damai, dan tertib.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperkuat toleransi antar umat beragama di Kota Ambon. Dengan meningkatnya iman dan takwa, diharapkan rasa saling menghargai dan menyayangi semakin kokoh, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh kedamaian.










