Akselerasi Energi Nasional: SKK Migas Tuntaskan Dokumen AMDAL guna Memulai Pembangunan Fisik Lapangan Abadi
SKK Migas mengumumkan kabar terbaru mengenai kemajuan fisik Proyek Blok Masela di wilayah Maluku. Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan proyek gas abadi tersebut kini telah mencapai tahap final.
Oleh karena itu, pemerintah menjadwalkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Maret 2026 mendatang. Langkah strategis ini menandai fase awal pembangunan fisik salah satu investasi energi terbesar di tanah air.
Jadi, Menteri Lingkungan Hidup segera menyerahkan dokumen AMDAL tersebut secara resmi kepada pihak SKK Migas. Inpex Corporation selaku operator akan memimpin pembangunan infrastruktur gas laut dalam ini secepatnya, mengutip Bursa Nusantara.
Selanjutnya, Inpex Corporation mengelola proyek ini dengan mencapai perkiraan nilai investasi hampir 21 miliar dolar Amerika. Angka fantastis tersebut setara dengan Rp352 triliun guna menggerakkan roda ekonomi nasional secara masif.
Kapasitas Produksi Gas dan Alokasi Domestik Proyek Blok Masela
Selain itu, lapangan abadi ini memiliki kapasitas produksi gas mencapai 1.600 juta standar kaki kubik per hari. Pemerintah mengalokasikan sebanyak 150 MMSCFD dari total produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi lokal.
Akibatnya, cadangan gas raksasa ini akan menjamin kedaulatan energi serta mendukung ekspor LNG ke luar negeri. Lokasi proyek yang berada 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena menjadikannya aset energi yang sangat strategis.










