Ditambahkan, desentralisasi prakasa merupakan bukti bahwa gereja ini dinamis adalah gereja yang mampu merespons perubahan sosial, ekonomi, dan spiritual menuntut gereja untuk terus berbenah.
Berdasarkan evaluasi terhadap keputusan Sidang menurutnya, jemaat Bethel awal tahun 2025, realisasi program pelayanan dapat digambarkan sebagai berikut:
Seksi Pemberdayaan Teologi dan Pembinaan menetapkan 46 kegiatan strategis, terealisasi 43 kegiatan.
“Seksi Pemberdayaan Ekonomi dan Pelayanan Kasih menetapkan 12 kegiatan strategis, terealisasi 11 kegiatan,” tandasnya.
Kata Sahertian, Seksi Pengembangan Umum dan Kesaksian menetapkan 10 kegiatan strategis, terealisasi 9 kegiatan.
Seksi Penataan dan Pengembangan Kelembagaan menetapkan 18 kegiatan strategis, seluruhnya terealisasi.
Rekomendasi sebanyak 18, terealisasi dari gambaran di atas maka kesimpulan tahun 2025 sebanyak 103 terealisasi 94 kegiatan atau sebesar 87,5 persen.
Sementara itu, anggaran pendapatan dan belanja Jemaat bethel tahun 2025 direncanakan sebesar Rp .5.581.868.580 dan terealisasi sebesar Rp6.48.423.572.00
Data ini sambung Sahertian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan dan kekurangan, jemaat telah berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan pelayanan dengan tetap berorientasi pada prioritas dan kegiatan strategis yang disepakati bersama.










