Melalui kegiatan Mangente Bacarita, Bawaslu Maluku berharap nilai-nilai pengawasan partisipatif dapat tumbuh dari komunitas-komunitas basis, termasuk gereja sebagai ruang sosial yang memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran politik masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Bawaslu dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta memastikan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi agenda lima tahunan, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif yang dijaga sejak awal tahapan hingga penetapan hasil.
Dengan keterlibatan aktif pemuda gereja dan masyarakat, diharapkan Pemilu dan Pilkada di Maluku dapat berlangsung secara jujur, adil, inklusif, dan bermartabat. *










