Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban merupakan modal dasar pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Ketua KSBSI Provinsi Maluku, Yeheskel Haurissa, menegaskan bahwa pendekatan yang diambil organisasinya selama ini lebih mengedepankan dialog dan solusi ketimbang konfrontasi.
Dikatakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir KSBSI konsisten mendorong diskusi dan forum ilmiah dalam menyikapi berbagai kebijakan ketenagakerjaan, termasuk polemik Undang-Undang Cipta Kerja.
Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.
Ketua KSBSI Kota Ambon, Louis Souissa, menyebut peringatan May Day kali ini sebagai bentuk refleksi sekaligus rasa syukur.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mendorong kesejahteraan buruh.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang damai dan penuh manfaat. Ini bukan sekadar perayaan, tapi juga bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat,” tutupnya
Untuk di ketahui peringatan May Day ini dirangkaikan dengan kegiatan jalan santai, dirangkaikan dengan senam bersama, pembagian doorprize, pembagian sembako,serta penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.










