Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, menegaskan, pembenahan dari tingkat paling dasar menjadi kunci untuk mencegah kasus kekerasan oleh anggota Polri. Dari pendidikan awal calon anggota Polri, kata dia, sudah harus diajarkan stigma polisi pelayan masyarakat.
Tindakan kekerasan ini masih terjadi, kata dia, karena di saat pendidikan pun masih belum menerapkan stigma tersebut. Nyatanya, tindakan kekerasan kepada junior oleh senior di asrama Polda Sulawesi Selatan terjadi hingga hilangnya nyawa korban.
Diketahui, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Dirja Pratama (19)s tewas usai dilarikan ke RSUD Daya, tidak jauh dari lokasi dinasnya di Direktorat Samapta Polda Sulsel, Markas Polda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Minggu (22/2/2026). Korban mengalami luka-luka akibat dugaan penganiayaan di Asrama Samapta Polda Sulsel.
“Pendidikan di kepolisian itu paradigmanya harus memperkuat kembali paradigma sebagai institusi sipil. Nah, paradigma sebagai institusi sipil itu ya yang terpenting adalah budaya dialogis, budaya toleran, berpikir terbuka, apa? Budaya anti-kekerasan,” ungkap Anam kepada reporter Tirto.
Anam menekankan, pendidikan awal anggota polisi adalah pembentukan karakter. Dalam skema reformasi Polri yang tengah berjalan, pendidikan sudah selayaknya menjadi fokus untuk memangkas budaya kekerasan.










