Arikamedia.id – JAKARTA Pelaku penganiayaan terhadap karyawan SPBU Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku sengaja menyebut mobilnya milik jenderal agar dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite.
Pengakuan itu terungkap saat Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal menginterogasi pelaku berinisial JMH. “Kamu kenapa kok memilih ini mobil jenderal? Terus maksud kamu jenderal apa? Jenderal polisi atau jenderal TNI?,” tanya Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal kepada JMH, Rabu (23/2/2026), dikutip dari Kompas.com.
JMH menjelaskan, pengakuan tersebut dilakukan agar mobil Toyota Vellfire miliknya dapat diisi Pertalite.
“Biar diisi (pertalite) Pak. Tidak ada sebut instansinya Pak. Cuman sebut jenderal,” jawab JMH.
Alfian kemudian mempertanyakan alasan JMH menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu yang tidak sesuai peruntukannya. “Pertanyaan saya, kenapa kamu pakai TNKB palsu?” tanya Alfian. “Siap, untuk isi Pertalite, Pak,” jawab JMH. Sebelumnya diberitakan, tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar, Minggu (23/2/2026) malam.
Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite, tetapi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode. “Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut.










