Arikamedia.id, AMBON – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath, mengatakan, dana transfer daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Tahun 2026 mengalami pemotongan yang cukup besar, sehingga berdampak signifikan terhadap belanja daerah dan rencana program masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Disadari bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kritik menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wagub Maluku, namun hal itu merupakan risiko yang harus dihadapi di tengah situasi yang berat.
Menurutnya, dalam kondisi efisiensi seperti saat ini, kita harus tetap semangat dan berharap agar kondisi Indonesia bisa cepat pulih, karena sangat berpengaruh bagi kita di level bawah
”Situasi efisiensi anggaran yang tengah dihadapi, saya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap semangat dan optimis, seraya berharap kondisi nasional dapat segera pulih karena sangat berdampak pada daerah,” ungkapnya saat memimpin langsung apel perdana ASN Pemprov Maluku Tahun 2026, setelah libur Natal dan Tahun Baru, yang berlangsung di lingkungan Kantor Gubernur Maluku, Senin (05/01/26).
Melansir Media Center Maluku, Vanath sampaikan, bahwa pada tanggal 20 Februari 2026, dirinya bersama Gubernur Maluku akan genap satu tahun memimpin Provinsi Maluku. Ia berharap tahun 2026 dapat membawa pencerahan dan kondisi yang lebih baik bagi daerah.










