Ia menyebut posisi Teddy sebagai Sekretaris Kabinet menjadi keuntungan tersendiri dalam perebutan kursi calon wakil presiden 2029. “Teddy tentu diuntungkan karena posisinya sebagai Sekretaris Kabinet,” ujarnya.
Dilansir dari Suaca.com, meski demikian, Arifki mengingatkan langkah tersebut tidak mudah. Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra dinilai harus menjaga elektabilitas di atas delapan puluh persen hingga pemilihan umum jika ingin leluasa memilih figur terdekat.
“Jalan itu enggak mudah bagi Prabowo, karena harus menjaga elektabilitas di atas 80 persen sampai pemilu, jika ingin tak berkeringat memilih orang terdekat,” katanya.
Mengutip Suara.com, Ia juga menyoroti aturan Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden yang kini nol persen. Kondisi itu dinilai membuka ruang bagi partai lain membangun narasi politik sendiri jika tidak mendapatkan posisi calon wakil presiden.
“Presidential Threshold nol persen membuat partai lain bisa saja punya narasi sendiri jika tidak menjadi calon wakil presiden. Saya rasa Prabowo Subianto juga harus hati-hati soal ini,” ujar Arifki. (*)










