Tambahnya, masa non-tahapan memberi ruang untuk menyiapkan generasi yang bukan hanya memilih, tetapi juga menjaga. Narasi ini memperlihatkan bagaimana MANGENTE menjadi strategi Bawaslu Provinsi Maluku dalam merawat kualitas demokrasi sebelum pemilu dimulai.
Melalui dialog yang dekat dan inklusif sambung Astuti Usman, Bawaslu berharap demokrasi tetap hidup sepanjang waktu terutama di masa non-tahapan. **










