Ia menegaskan, pengalaman Marthinus Hukom dalam dunia penegakan hukum menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis.
“Keberanian dan konsistensi adalah modal utama untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri,” tegasnya.
KNPN juga menyoroti peran Marthinus Hukom dalam memimpin perang melawan narkoba yang dinilai tidak sebatas slogan, tetapi menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Perang narkoba yang dijalankan berorientasi pada hasil, bukan sekadar simbolik. Ini bentuk komitmen nyata dalam melindungi generasi muda bangsa,” jelas Bunari.
Lebih jauh, KNPN memandang latar belakang Marthinus Hukom sebagai putra Indonesia Timur menjadi nilai tambah tersendiri.
Menurut mereka, hal ini mencerminkan semangat keadilan, keberagaman, dan keterwakilan seluruh anak bangsa.
“Kami ingin menegaskan bahwa institusi negara terbuka bagi siapa pun yang berprestasi, tanpa melihat asal daerah,” ungkapnya.
KNPN pun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan figur Kapolri yang independen, akuntabel, serta terbuka terhadap pengawasan publik.
“Reformasi Polri harus terus berjalan. Pemulihan kepercayaan publik tidak bisa ditunda dan membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap transparansi dan perubahan,” pungkas Bunari. (AM-18)










