Para peserta yang akrab disapa Oma dan Opa lanjutnya, akan mendapatkan materi tentang pola hidup sehat, nutrisi, manajemen stres, pencegahan penyakit degeneratif, hingga aktivitas fisik ringan dan keterampilan vokasional.
Untuk menunjang kualitas pembelajaran, lebih jauh dijelaskan, program ini didukung tenaga pengajar profesional, antara lain Direktur RS GPM Ambon, psikolog dari Universitas Pattimura, serta tenaga olahraga dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, bersama tim pendukung lainnya.
“Sekolah Lansia ini mengusung konsep SMART, yakni pendekatan yang mencakup penguatan aspek spiritual, fisik, sosial, intelektual, lingkungan, hobi, dan vokasional,” pungkasnya.
Melalui konsep ini, lansia diharapkan mampu tetap aktif, mandiri, dan produktif sesuai kapasitasnya.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lansia yang tidak hanya sehat secara jasmani dan rohani, tetapi juga tetap berdaya, bahagia, dan mampu beradaptasi dengan proses penuaan secara positif,” jelasnya.
Selain itu, keberadaan sekolah lansia juga diharapkan dapat memperkuat peran lansia dalam keluarga dan masyarakat.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Ambon, termasuk dari sisi pembiayaan.










