Ia menegaskan bahwa Hanura Maluku berkomitmen untuk mendukung pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap rakyat. Hanura akan menjadi garda terdepan dalam mendorong pemerintahan yang bersih, pengawasan anggaran berbasis teknologi, dan kader politik yang berintegritas,” tegasnya.
Anshori menyatakan bahwa ke depan, Hanura akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, terutama dalam memperkuat konektivitas antar-pulau, pemberdayaan desa adat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, Lili Pintauli Siregar juga menyampaikan pentingnya semangat persatuan dalam Musda ini.
Pada kesempatan itu ia juga memperkenalkan diri sebagai Plt DPD Hanura Provinsi Maluku, dan menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mandat dari Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang.
“Kita boleh berbeda pendapat, berbeda pilihan, tapi kita punya tujuan yang sama, Maluku yang berdaya, Indonesia yang sejahtera,” katanya.
Ia mengajak semua pihak untuk hidupkan kembali semangat pela gandong, persaudaraan sejati yang menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku.
Musyawarah ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin baru Hanura Maluku yang mumpuni, berintegritas, dan mampu membawa partai lebih dekat dengan rakyat. (AM-18)










