”Ibu-ibu bisa mengakses data juga lewat channel youTube BPS Maluku, misalnya berapa sih indikator strategis di Maluku, atau apakah di Maluku ini jumlah perempuan lebih banyak atau laki-laki juga bisa,” kata Pattiwaellapia.
Pattiwaellapia menjelaskan, memang kalau data-data yang BPS hasilkan sebagian besar juga kita terpilahkan gender artinya data terpilah ada laki-laki, ada perempuan.
Selain data penduduk dikatakan, ada data tenaga kerja juga apakah misalnya tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan, begitu besar atau lebih kecil dari laki-laki, tapi secara historis laki-laki lebih besar karena laki-laki punya tanggung jawab untuk mencari kerja.
Namun menurutnya, kalau angka pengangguran itu jauh perempuan lebih besar, karena laki-laki kalau mencari kerja rasanya sulit.
”Kita pingin tau berapa sih struktur ekonomi di suatu wilayah dalam hal ini di bangsa, di wilayah Maluku bahkan sampai level kabupaten kota, nah bagaimana agar data sensus ekonomi ini dia berkualitas, kita berharap yang memberi datanya juga berkualitas, yang memberitakan ini siapa? ini yang punya usaha ekonominya dalam hal ini pelaku usaha. Dan itu terkadang kita tidak bisa mendeteksi kadang tidak ada pondok diluar tapi ada jualan di dalam rumah kita tidak tau,” tambahnya. (AM-29)










