Di Pertina Maluku Agus Titaley menjabat sebagai Ketua Komisi Teknik selama empat periode sejak tahun 2003.
Apresiasi tinggi dilontarkan berbagai pihak khusus para atlet tinju di Maluku karena dedikasi tulus seorang Agus. Dirinya juga mengantar Lodewijk Batlajery meraih emas di kelas 75 kg putra di PON XVII 2008 Kalimantan Timur sebagai asisten pelatih dari Wiem Gommies.
Penghargaan terakhir yang diperoleh Agus Titaley dari pemerintah daerah Maluku tahun 2025 pada peringatan Haornas 2025 sebagai pembina olahraga berprestasi.
Laki-laki kelahiran 4 September 1962 ini, mundur sebagai petinju namun membangun sasana dan hingga akhir hayatnya pensiunan Dispenda kota Ambon ini, tetap berkiprah sebagai pelatih tinju di Pertina Maluku. Agus meninggalkan seorang istri dan 2 anak serta 5 orang cucu.
Betapa besar pengaruh pelatih dalam perkembangan tim dan individu atlet. Maluku kehilangan pelatih terbaik tinju, terima kasih atas bimbingan dan motivasimu yang tak pernah putus. Para Atlet tinju Maluku belajar lebih dari sekadar teknik dan strategi, tapi juga tentang disiplin dan semangat juang.
Rest in peace, bung Agus Titaley, you will be missed in loving memory, gone but not forgotten, forever in our hearts. (***)










