Pelaksanaan workshop ini lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola BUMDes dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara terstruktur, profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.
Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan yang semakin ketat lebih jauh Wawali mengungkapkan, BUMDes dituntut memastikan setiap unit usaha layak secara finansial, operasional maupun pasar.
”Peserta harus memahami studi kelayakan bisnis secara menyeluruh lebih jauh dikatakan, mulai dari analisis pasar, aspek teknis, keuangan hingga manajemen risiko. Dengan demikian, BUMDes dapat mengambil keputusan yang tepat, meminimalkan risiko kerugian dan memaksimalkan potensi desa,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antar-BUMDes maupun dengan mitra pihak ketiga. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa. *










