Pattiwaellapia menuturkan, sebetulnya kemiskinan secara makro, konsep harus sama dengan UN, kalau tidak sama kita tidak bisa membandingkan angka kita dengan negara lain, begitupun angka kita dengan provinsi lain.
Jadi kalau konsep kita kemiskinan disini jangan lihat rumah, kita bandingkan dengan provinsi lain posisi kita ada dimana, harus konsep pendekatannya sama.
”Kita masih memakai pendekatan yang sama yaitu kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi baik makanan maupun non makanan oleh seseorang dia dikategori miskin kalau kemiskinan secara makro. Metodologi kemiskinan sementara masih dikaji juga, dan kami mendapat isu kalau menggunakan metode baru, justru Maluku bisa lebih tinggi lagi angka kemiskinannya,” pungkasnya.
Noni Soleman dari GBPM mengungkapkan, hasil diskusi dalam pertemuan bersama BPS Provinsi Maluku pada prinsipnya menyambut baik kehadiran GBPM. BPS juga merespons secara positif berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan oleh gerakan ini ketika diperkenalkan.
Diutarakan, BPS membuka ruang diskusi yang tidak hanya terbatas pada pertemuan hari ini. Ke depan, apabila GBPM membutuhkan dukungan data dari BPS, maka BPS menyatakan siap menerima dan menyambut kedatangan rekan-rekan GBPM dengan tangan terbuka. Kunjungan yang dilakukan oleh GBPM pun disambut secara positif.















