Lantas, apa yang membuat kekerasan oleh polisi terus berulang?
Tidak Ada Konsistensi Penegakan Hukum
Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai bahwa berulangnya tindakan kekerasan oleh kepolisian menunjukkan tidak adanya konsistensi dan komitmen penegakan hukum memperbaiki diri di Korps Bhayangkara. Hal ini juga dikarenakan pemberian sanksi hanya ada di level bawah, sehingga tanggung jawab pembenahan pada tingkat pimpinan tak benar-benar jelas.
“Tapi juga ada masalah di kultur kekerasan di institusi kepolisian. Ini bersumber dari logika militerisme yang masih melekat. Ini akarnya juga soal fungsi Polri yang terlalu luas, tidak lagi hanya soal penegakan hukum, ketertiban keamanan,” ucap Erasmus A.T. Napitupulu selaku Direktur Eksekutif ICJR saat dihubungi reporter Tirto, Senin (23/2/2026).
Menurut Erasmus, Polri sudah tumbuh menjadi lembaga yang begitu superpower, di mana dalam kondisi ini impunitas rawan terjadi. Dia menekankan, impunitas tentunya mengakibatkan kultur kekerasan berlanjut karena tahu lembaganya mempunyai kekuatan dan kekuasaan.
“Itu kenapa tugas dan fungsi Polri harusnya difokuskan dan diperkuat ke sektor yang sesuai, bukan malah menarik Polri ke sana ke sini. Kondisi sekarang jelas tidak akan memperbaiki institusi kepolisian. Kekerasan akan berulang,” ungkap Erasmus.










