BeritaInternasionalNasionalUtama

Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari 40 Negara, Termasuk RI

3
×

Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari 40 Negara, Termasuk RI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Telur Ayam (internet)

Penyesuaian operasional ekspor-impor Untuk eksportir global yang produknya terkena larangan, kebijakan ini berarti kebutuhan untuk: Memenuhi standar kesehatan yang lebih ketat, termasuk heat treatment yang efektif untuk virus hewan tertentu. Melengkapi sertifikasi kesehatan resmi dari otoritas yang diakui.

Memahami dinamika peninjauan daftar negara SFDA, yang bersifat berkala dan responsif terhadap situasi global. Larangan parsial juga menunjukkan bahwa selain komoditas secara umum, wilayah atau provinsi tertentu di negara lain dapat dikenai pembatasan, yang berarti eksportir perlu memperhatikan data epidemiologis terperinci dari wilayah asal produknya.

Respons pasar global Sejumlah negara yang sebelumnya sempat dikenai larangan serupa telah menunjukkan respons dengan menyesuaikan rantai pasok, memperbaiki standar kesehatan hewan lokal, atau mengeksplorasi pasar alternatif.

Contohnya, laporan pada pertengahan 2025 menunjukkan Arab Saudi dan Chili mencabut larangan impor unggas dari Brasil setelah otoritas kesehatan setempat menyatakan beberapa wilayah aman dari penyakit unggas seperti Newcastle.

Baca Juga  Kapolda Maluku Jenguk Korban Insiden Tual, Minta Maaf ke Keluarga dan Tegaskan: Oknum Brimob Diproses Hukum Tanpa Kompromi

Langkah Saudi Arabia memperluas larangan impor unggas dan telur dari 40 negara serta pembatasan di wilayah negara lain merupakan kebijakan protektif yang didasari pertimbangan kesehatan masyarakat dan keamanan pangan. Kebijakan tersebut juga menggambarkan dinamika regulasi internasional dalam merespons wabah penyakit hewan yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan global. (**)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *