BeritaInternasionalNasionalUtama

Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari 40 Negara, Termasuk RI

3
×

Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari 40 Negara, Termasuk RI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Telur Ayam (internet)

Di sisi lain, bagi eksportir yang produknya memenuhi standar kesehatan dan sertifikasi SFDA, peluang akses pasar tetap terbuka asalkan sesuai persyaratan teknis. Menurut laporan terkait kebijakan serupa di awal tahun 2026, larangan impor unggas dan telur yang bersifat sementara diberlakukan terhadap negara seperti Perancis dan Polandia, merespons wabah HPAI dan penyakit Newcastle yang dilaporkan di beberapa wilayah di negara tersebut.

Larangan ini fokus pada unggas hidup, telur makan (table eggs), dan produk yang belum menjalani perlakuan panas, tetapi tidak mencakup produk yang telah diproses sesuai standar kesehatan yang diterima.

SFDA dalam kasus itu mensyaratkan produk ayam atau telur yang lolos larangan harus disertai sertifikat kesehatan dari otoritas resmi di negara asal yang menyatakan produk tersebut bebas atau sudah diproses untuk meniadakan virus yang berbahaya.

Dampak terhadap pasokan dan rantai pangan domestik Arab Saudi Sebagai negara dengan populasi lebih dari 36 juta jiwa, Arab Saudi memiliki ketergantungan signifikan pada impor produk pangan tertentu, termasuk unggas dan telur.

Kebijakan larangan total untuk 40 negara dan pembatasan parsial untuk 16 negara lain dipandang sebagai langkah protektif terhadap risiko kesehatan, namun juga membuka pertanyaan mengenai stabilitas pasokan dan kebutuhan untuk mengoptimalkan pasokan domestik atau alternatif dari negara yang tak dikenai larangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *