“Saya sudah pernah mengatakannya sebelumnya, orang-orang bosan mendengarnya, saya memang berpikir posisi penjaga gawang adalah posisi yang paling sulit dan paling banyak dikritik di sepak bola Inggris,” kata Neville.
Neville mengaku sempat ragu ketika Lammens pertama kali didatangkan karena faktor usia dan pengalaman. Namun, ia menilai kiper muda tersebut menunjukkan ketenangan serta kualitas teknis yang menjanjikan. “Memang masih terlalu dini, tetapi dia terlihat memiliki temperamen dan kualitas teknis yang baik, melansir Koran Jakarta.
Dia melakukan hal-hal yang benar, semuanya tampak terkendali,” ujarnya. Situasi ini membuat Onana harus bekerja ekstra keras jika ingin kembali menjadi pilihan utama di Manchester United. Persaingan terbuka diperkirakan akan terjadi pada pramusim, saat pelatih menentukan siapa yang paling layak mengawal gawang untuk musim kompetisi mendatang.
Di tengah dinamika tersebut, masa depan kiper lain seperti Altay Bayindir juga menjadi perhatian, tetapi fokus utama tetap tertuju pada bagaimana Onana merespons tantangan ini. Musim panas nanti berpotensi menjadi momen krusial dalam perjalanan kariernya bersama Manchester United. (**)










