Ia juga menyampaikan bahwa sebelum kejadian, BPBD telah melakukan sosialisasi dan pemantauan di beberapa wilayah rawan bencana.
Hasilnya, pada lokasi yang telah dilakukan sosialisasi, masyarakat dinilai lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem sehingga dampak bencana dapat diminimalkan.
Namun, kejadian justru terjadi di wilayah yang belum mendapatkan sosialisasi , sehingga masyarakat belum sepenuhnya siap ketika bencana terjadi.
Terkait kerusakan talut di Batu Merah, BPBD menemukan bahwa konstruksi bangunan tidak dilengkapi lubang pembuangan air.
Kondisi ini menyebabkan air hujan tertahan dan bercampur dengan sedimentasi, sehingga menimbulkan tekanan yang akhirnya menyebabkan talut patah.
“Air tertahan karena tidak ada drainase, sehingga tekanan air dan sedimentasi membuat talut itu rusak,” katanya
Lebih lanjut, BPBD Kota Ambon bersama Wakil Wali Kota Ambon saat ini tengah melakukan pendataan lokasi-lokasi rawan bencana untuk kemudian dibahas bersama Wali Kota Ambon.
Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan stimulan bagi warga terdampak.
Saat ini, penanganan masih difokuskan pada status tanggap darurat, terutama distribusi logistik dan penanganan langsung di lokasi-lokasi terdampak. (AM-18)










