Ia juga menyoroti komoditas pala sebagai bagian dari identitas dan sejarah Maluku. Sejak dahulu, pala memiliki nilai ekonomi tinggi bahkan digunakan sebagai bahan pengawet alami sebelum ditemukannya teknologi pendingin modern.
Potensi inilah yang menurutnya harus terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerDalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Wagub berkomitmen mendorong kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada sektor pertanian dan kelautan.
Ia menilai problematika kemiskinan terbesar di Maluku berada pada kelompok petani dan nelayan, sementara alokasi anggaran untuk sektor tersebut masih relatif rendah.
Kondisi geografis Maluku yang 93 persen wilayahnya adalah laut juga menjadi tantangan tersendiri dalam formulasi kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Abdullah Vanath menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan Maluku. Ia berharap semakin banyak generasi muda Maluku yang berpendidikan dan mapan secara ekonomi, sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.
“Keberhasilan adalah milik orang yang konsisten dalam perjuangan untuk mencapainya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengungkapkan perannya dalam mendorong hadirnya RRI di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, sebagai jawaban atas keterisolasian informasi masyarakat saat itu. Ia menegaskan bahwa RRI memiliki peran strategis dalam konteks pertahanan dan keamanan, karena menjadi sumber informasi resmi dan terpercaya bagi masyarakat.










